Buku
Dulu waktu aku ngekos, aku suka berkelakar ke temanku, "Aku nda punya barang berharga apapun di dalam kamarku kecuali 2: laptop dan buku". Tapi kenyataannya emang begitu. Di kamar kosku yang sempit, aku tidak memiliki barang berharga yang lain. Aku memilih menjalani hidup sederhana karena memang pikiranku dan uang sakuku yang teramat sederhana haha.
Aku sendiri tergila-gila dengan buku semenjak SMP. Tapi karena keterbatasan uang jajan dan akses ke ibukota kabupaten, maka aku hanya mengandalkan perpustakaan sekolah dan majalah-majalah, koran atau buku-buku langganan orang tua dan kakak-kakakku. Lalu pada saat aku SMA, aku mulai sedikit demi sedikit berani punya buku sendiri (baca: beli). Uangnya bisa dapat dari pemberian paman, uang ekstra pemberian bapak pas bapak ada rizki lebih, uang bagi hasil dari bapak karena jual ayam, dan lain-lain.
Meskipun waktu aku SMA aku sangat menyukai buku, tapi aku tidak terlalu memperlihatkannya. Aku -entah mengapa- bukan tipikal orang yang suka meminjam buku pribadi orang lain (kecuali jika itu buku perpustakaan atau buku anggota keluargaku sendiri haha) alasannya, karena aku merasa terbebani. Entah terbebani dengan deadline membaca, panjangnya antrian teman-teman lain untuk meminjam buku tersebut, atau terbebani karena harus menjaga sesuatu yang sebenarnya tidak kumiliki. Karena aku memandang bahwa buku adalah termasuk barang berharga meskipun harganya ada yang nda mahal-mahal amat. Bagiku, sebuah buku yang dibeli seseorang pastilah buku yang menarik hatinya. Sesuatu yang menarik hati tentu saja akan terasa berharga dan apa-apa yang berharga pasti akan dijaga dengan baik.
Jadi, di masa SMA aku sudah suka membeli buku dengan uangku sendiri. Meski koleksiku tidak banyak dan aku buka kutu buku atau anak yang pintar, tapi aku menyukai membaca dan aku menyukai buku-buku yang kumiliki.
Saat aku kelas XII SMA, aku sudah punya beberapa puluh buku. Sayangnya, koleksi bukuku tak pernah mengalami penambahan yang signifikan. Itu terjadi karena aku nda pernah punya jatah bulanan membeli buku dan juga bukuku banyak yang hilang. Waktu aku kuliah dan merantau, aku memutuskan meninggalkan buku-bukuku dengan alasan kalau ku bawa pindah maka nanti bakal lebih banyak lagi yang hilang. Kenyataannya begitu aku pulang kampung justru buku-bukuku yang sisa seiprit itu malah tambah hilang.
Aku jengkel tapi aku juga nda tega kalau harus marah-marah ngamuk ke kakakku (yang notabene termasuk pelaku penghilangan buku haha karena dipinjam-pinjamkan ke teman-temannya dan nda kembali lagi). Sementara itu, di kampung peratauan, aku kembali membeli buku lagi di sela-sela uang jajanku yang sederhana dan alhamdulillah aku punya koleksian buku lagi meskipun nda banyak. Hampir semuanya pernah ku baca. Ada juga yang nda habis kubaca kayak misalnya buku-buku yang isinya bagiku cuma berbintang 1 atau 2.
Ketika aku selesai kuliah dan balik ke kampung halaman, aku memboyong semua buku-bukuku. Orang tuaku sampai kaget bahwa aku punya 'harta karun' itu. Mereka mungkin nda sadar bahwa mereka yang membiasakan dan menumbuhkan minat membacaku sedari kecil tanpa mereka sadari. Bapakku dengan iseng mengusulkan supaya aku membagi-bagikan saja semua bukuku sebelum aku pulang kampung. Dengan tegas aku menolak.
Sampai di Berau, aku sukses jadi pengangguran tapi aku punya uang jajan hasil pemberian orang tua dan kakakku #ngenes banget ya nasibku. Tapi lagakku sudah kaya orang kaya. Pengangguran tapi tiap bulan selalu pergi ke Kompas, mengobrak-abrik rak buku mereka dan membeli beberapa buah buku yang kupilih haha.
Waktu aku bekerja, aku sempat sibuk. Pernah juga sempat bosan karena toko-toko buku andalanku itu kok makin lama makin nda ngupdate buku. Entah karena sebenarnya mereka memang jarang update buku ataukah aku yang sudah terlalu rutin beli buku sampai-samapai sudah banyak judul buku yang sudah kubeli dan ku baca tapi tidak seimbang dengan perkembangan toko. Yang jelas aku sempat beberapa waktu berhenti ke bagian rak buku.
Kini di Berau, ada toko buku yang katanya masih dalam masa percobaan, membuka diri di tengah kota. Jelaslah menarik perhatianku dan aku mulai kembali menggila menyantroni toko buku itu. Kini sudah 2 bulan berturut-turut aku beli buku disana. Sepertinya aku akan menggila lagi untuk menjatahkan uang sakuku setiap bulan untuk beli buku. Plus sekarang aku memasang target membaca agar pengetahuan dan pemahamanku berkembang.
Akhirnya, aku cuma mau bilang, membaca itu nda sukar. Jadikanlah membaca sebagai kebiasaan dan bahkan kalau bisa hobi yang dilaksanakan dengan senang hati. Dan buku, adalah salah satu benda paling berharga yang dimiliki oleh para pencinta buku. Yuk, gemar membaca buku.
Harrah's Cherokee Casino & Hotel - JSHub
BalasHapusHarrah's Cherokee Casino & 과천 출장샵 Hotel locations, rates, amenities: expert Cherokee research, only 제주 출장안마 at Hotel and 양주 출장마사지 Travel Index. Hotel 영주 출장샵 and 용인 출장안마 Travel Index.