Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Tiga Hari Tiga Malam Mencari I Don't Love You-nya Urban Zakapa

Pernah gak? Mengalami saat kita nda sengaja mendengar satu buah lagu. Lalu kita anggap angin lalu. Setelah beberapa waktu kemudian tidak terlalu lama dan tidak terlalu dekat jaraknya, kita mendengar lagi lagu yang sama dan kemudian setengah mati mengingat-ngingat layaknya orang amnesia? Kalau pernah, berarti kita pernah senasib. 'Penderitaan' ini kualami minggu lalu. Saat aku lagi asyik-asyiknya menjajal tontonan The Gentlemen of Wolgyesu Tailor Shop, di scene salah satu episode, sebuah potongan lagu muncul dari dalam radio mobil di adegan itu. Sepotong aja. Tapi sudah bikin aku penasaran 3 hari 3 malam. Soalnya penasaran banget tapi apa daya ingatanku nda membuahkan hasil. Jadi jengkel sendiri. Mau dilupakan juga susah. Potongan yang kudengar di telingaku tuh kayak gini: "Nan sarang haji ana" itu aja yang ketangkap telinga. Yap, parahnya itu lagu Korea dan aku bukan orang Korea yang ahli berbahasa Korea. Mamaku ngomel aja kadang harus ku konfirmasi ulang, lah apal...

Hutang dan Janji

Belakangan ini telah terjadi banyak hal di Indonesia. Penistaan Q.S Al-Maidah: 51 dan terorisme di Samarinda, jelas-jelas telah menyedot perhatian. Perhatian yang paling besar memang disedot oleh kasus penistaan Q.S Al-Maidah: 51 oleh seorang petinggi negeri ini. Tapi sekarang, bukan itu yang ingin aku bahas di dalam tulisan sederhana ini. Aku justru akan menceritakan sesuatu yang kemudian menyadarkanku kembali tentang betapa menakjubkannya Islam mengatur urusan muamalah umatnya. Loh? Dimana sambungannya? Sebentar... kenapa tiba-tiba aku terpikir tentang Islam yang menakjubkan? Ya karena dengan kasus penistaan yang mengakibatkan umat turun aksi ke jalan dan karena kasus terorisme gereja (yang notabene pelakunya adalah orang muslim), Islam lantas dijelek-jelekkan. Umatnya pun kembali dituduh sebagai teroris dan barbar. Islam itu bukan kayak gitu. Islam itu sempurna. Dan katakanlah ilmuku terlalu cetek saat aku menuliskan tulisan ini, tapi inilah yang bisa aku sampaikan. Adalah hal y...

Pelupa

Sore ini adalah penutupan kegiatan arisan alumni SMP untuk angkatan kami. Karena sore ini giliranku, akhirnya aku yang bertanggung jawab untuk menentukan tempat arisan kami. Aku memutuskan di sebuah cafe, jalan H. Isa I. Sahabat SMPku bilang, karena ini menjelang malam minggu, kemungkinan cafe tersebut akan penuh. Tak mau mengulang pengalaman kami sebelumnya (dimana waktu itu kami akhirnya cuma kebagian tempat di teras rumah makan, gara-gara gak tahu kalau harus reservasi), akhirnya temanku menyarankan untuk reservasi dulu. Pulang sekolah, sekitar jam 2 siang, aku yang kebetulan rutenya melewati cafe yang dimaksud, akhirnya singgah. Dengan lusuh habis pulang kerja dan bau matahari. Aku mereservasi satu meja untuk kami pakai arisan. Kebetulan aku langsung berhadapan dengan seseorang yang aku yakini sebagai ownernya. Dengan ramah dia menjelaskan. Lalu tibalah saat dia mulai mencatat jam pemakaian dan no meja yang akan ku reservasi, terjadilah dialog berikut ini: "Jadi, mbak ma...