Postingan

Faktas Rizkiani Redha

Ini spesial ya gaes, malam ini postnya dua kali tapi pendek-pendek sih tulisannya #hehe. Malam ini tulisanku bakal ngupas tentang "Faktas Rizkiani Redha", check this out, babe.. 1. Anti-mainstream Biasanya fakta-fakta yang menarik untuk dibahas itu biasanya kalau gak tokoh-tokoh penting berpengaruh, ya ngupas fakta tentang artis. Lah tapi ini ngupas fakta tentang diri sendiri #haha, ya itulah.. makanya.. fakta pertama, Rizkiani itu orangnya sedikit anti-mainstream, ya kayak ginilah.. 2. Guru Dia seorang guru... dan jenisnya macam-macam, ya dia guru SMK, guru SMA juga dan guru les juga.. 3. Perempuan Ya, mungkin disini, fakta bahwa Rizkiani itu perempuan itu gak terlalu mengagetkan karena emang fotonya juga berkerudung dan namanya juga ada 'Ani'nya #di Indonesia nama yang ada Ani-Ani-nya ya cenderung nama perempuan. Tapi percaya gak, Sugar, waktu aku KKN (Kuliah Kerja Nyata) aku dikira laki-laki gara-gara namanya doang ckck. 4. Gembel Iy...

The Perfect Revenge

Suatu malam, sama seorang temen lama, kami membahas mengenai berat badan. Dimana, memang setelah lulus kuliah aku punya masalah berat badan berlebih #orang-orang bilang, aku bahagia karena sudah pulang kampung lagi, sedangkan si temen lama, udah dari dulu hahaha Tapi kerennya, aku nda nyangka kalau dia ternyata berusaha menurunkan berat badan dia #fyi, sebelumnya dia benar-benar gak terlalu peduli ama berat badan bahkan kesehatan. Jadi waktu kami sharing gitu, aku penasaran tanya kenapa kok dia sekarang-sekarang mikir gimana cara nurunin berat badan. Dan jawabannya adalah supaya enak gerak, sehat dan enak dilihat. Dan aku setuju tapi, di akhir chat, aku menambahkan lagi alasan kenapa kita harus berubah menjadi lebih baik "Karena menjadi lebih baik dari yang kemarin adalah balas dendam yang paling sempurna dan terpedih"

Contoh-contoh Status Gagal Move On dan Tips Menyembunyikannya

Setiap manusia, udah fitrahnya suka sama manusia lainnya dan sayang sama manusia lainnya. Sebagai muslim yang taat, wujud kita menyukai dan sayang sama seseorang (dalam hal ini perasaan spesial antara laki-laki dan perempuan) itu harus sesuai dengan tuntunan agama kita. Kalau di dalam agama Islam, kan kita dilarang pacaran. Jadi pilihannya cuma dua: do'akan atau nikahi #tsah. Ketika kita hanya mampu mendo'akan, ketika kita harus menjaga perasaan dan ketika kita bahkan harus berhenti merasakan #tsah, kita butuh satu kata kunci sakti: Move On. Terkait move on nih ya, saya punya banyak teman yang, kebetulan mereka pacaran dan pacarnya adalah laki-laki yang belum pantas dipersunting karena kelakuan mereka yang... ah sudahlah #astaghfirullah.. sehingga mereka lelah, mereka putus, dan mereka harus move on, dan beban beratnya adalah mereka harus membuktikan bahwa mereka memang sudah move on, tapi pembuktian itu malah -menurutku- justru kegagalan dalam move on itu sendiri. Berik...

Descendants of the Sun dan Imajinasi para Fans SongSong Couple

Boomingnya drama Korea Descendants of the Sun memang masih terasa. Bagi banyak penikmat drama Korea terutama kaum hawa, Descendants of the Sun sungguh membuat gagal move on dan baper (bawa perasaan) berkepanjangan. Tak jarang kemudian menimbulkan beragam fantasy dan imajinasi dari para penonton. Aku sendiri termasuk salah satu yang sempat ketinggalan. Sempat gak pernah nonton dan kemudian penasaran tentang sekeren apa sih akting Joong Ki dan Hye Kyo (kebetulan aku menyukai Hye Kyo gegara "Full House"). Dan ketika aku berhasil nonton 16 episodenya, aku jujur juga sempat baper berkepanjangan #haha. Tapi sebaper-bapernya aku, aku masih memegang yang namanya kata "realistis". Maksudku, ketika drama berakhir, para penonton apalagi fans pasangan Song Joong Ki dan Song Hye Kyo banyak yang berharap supaya keduanya jadian betulan bahkan menikah. Tapi aku, ketika drama berakhir aku berpikir bahwa yang akan menikah kelak hanyalah Mayor Yoo Si Jin dan dr. Kang Mo Yeon. Buka...

Karangan Anak Muda Zaman Sekarang

Mei hampir berakhir. Ya ini adalah penghujung tahun pelajaran 2015/2016. Tahun ajaran baru akan segera menyapa. Dan itu berarti kita akan menemukan banyak lagi tamu-tamu baru atau anggota-anggota baru yaitu anak-anak SMP yang mulai menapaki jenjang pendidikan SMA. Sebagai seorang gadis ku akui aku bukanlah gadis yang rapi. Kamarku lebih sering tak terawat ketimbang terawat. Penyumbang terbesar berantakannya kamarku adalah tak lain kertas-kertas, buku-buku, dan pakaian. Maka, demi memperbaiki hidup ke arah yang lebih baik, aku mulai disiplin menjaga kerapian kamarku. Status pekerjaanku menjadi motivasi terbesarku untuk selalu disiplin dalam hal apapun termasuk kerapian dan kebersihan. Salah satu cara merapikan kamar adalah menyingkirkan penyumbang terbesar berantakannya kamarku. Dan penyumbang terbesarnya adalah kertas-kertas. Entah itu kertas kosong, kertas cekeran (kertas bekas yang dipakai untuk coret-coretan), dan kertas bekas tugas-tugas murid-muridku yang sudah diambi...

Mahmud Ali!

Pernah gak punya murid yang gokil abis? Kalau aku sudah pernah merasakannya. Ya. Itu memang benar adanya. Nah, ini ada beberapa cerita yang mungkin bagi sebagian orang garing, tapi bagiku, ini lucu. Cerita ini seharusnya gak berjalan begini. Seharusnya cerita ini berjalan sempurna. Karena semua situasi dalam cerita ini adalah situasi formal yang membutuhkan keseriusan. Ini nih ceritanya.. Nama lainnya Ibuprofen adalah Bapakprofen... Suatu hari, kakakku yang bekerja di puskesmas Gunung Tabur mengadukan tingkah salah satu siswa kelas XI kami yang kebetulan melakukan praker (praktik kerja) di puskesmas yang sama dengannya. "Jadi, Ki" "Hmm.." "Tadi Si Nana (bukan nama sebenarnya) dimarahin sama pembimbing lapangannya, dimarahin mbak Vi" Mbak Vi ini adalah apoteker di puskesmas tersebut. "Emangnya kenapa, Ni?" tanyaku mulai penasaran, soalnya kakakku mulai gak bisa mengontrol tawanya. "Iyya... masak, dia di pre-test mbak V...

Bukan Farewell Party...

Aku melangkah pelan di jalan setapak menanjak. Melihat ke sekeliling. Dari kejauhan bangunan-bangunan di atas terlihat asri dan berwarna-warni. Pendopo-pendopo beraneka warna tersebar di beberapa tempat. Semakin mendekat, sayup-sayup ku dengar suara riuh penuh kegembiraan. Layaknya sebuah pesta. Aku naik dan sampai. Banyak jejeran kursi di bawah kanopi besi. Kanopi besi beratapkan bunga Alamanda dan sulur-sulurnya yang saling menjalar satu sama lain. Alamanda berbunga. Warnanya kuning cerah dan begitu segar. Semuanya diisi warga sekolah kami. Ya, hari ini ada pelepasan siswa-siswi kelas duabelas. Tidak ada tamu undangan eksternal. Hanya Kepala sekolah, guru, staff tata usaha, siswa kelas sepuluh dan sebelas. Dan ini lebih mirip garden party. Aku tersenyum ketika mereka menyapaku. Aku duduk. Menerima segelas es buah susu dingin. Lalu sekotak kue manis dan sekotak makan siang menyusul menemaniku. Aku duduk di belakang. Nampak menyendiri. Tapi hal itu yang paling kusukai. Aku terlam...