My Love, My Bride (2014): Karena Pernikahan tak selalu Semanis Madu

Hai hai, Assalamualaikum...
istirahat dulu ya bikin cerita bersambung The Story of Red Shoes. Soalnya aku gak sanggup nulisnya. Lagi gak mood. Kalau dipaksain, gak bagus lah pokoknya. Udah tulisan gak bagus, tambah gak bagus ntar kalau dipaksain hihi.

Jadi kita sekarang ngapain? *Kita?? Gue aja kalee*
Yap, malam ini bahas film aja ya. Gimana? Suka aja atau suka banget? Hehe.
Oke ku mulai aja ya.
Malam ini ku mau nge-review film yang baru aku dapat dari hasil keringat banting tulang susah payah diri sendiri *yeiyy lebayy*. Film ini ya aku jagokan soalnya aku gak nyari berdasarkan rekomendasi dari artikel di om Google (salah satu kebiasaanku) ataupun rekomendasi temen. Aku juga sebelum nonton ni film, gak menyengaja mencari review-an nya di internet. Murni aku dapat dari hasil ngobok-ngobok situs film online dan kemudian nonton berdasarkan feeling diawal bahwa ini film bakal asik. Kenyataannya, sesuai dengan ekspektasiku. Melampaui bahkan.

Dalam mereview film ini, aku tetap saja membutuhkan wikipedia untuk mengambil informasi film dan tentu saja pernah membaca review dari penonton yang lain (ini baru ku baca setelah aku menyelesaikan nonton film ini). Tapi, pada intinya, tetep, aku akan mereview sesuai dengan pendapatku dan pandanganku terhadap film ini ya.

Film ini judulnya "My Love, My Bride". Ditulis oleh Kim Ji-Hye, disutradarai oleh Im Chan-Sang, dan diproduseri oleh Byun Bong-Hyun. Film yang dirilis 8 Oktober 2014 ini, dibintangi oleh oppa Jo Jung Suk dan oennie *bener kagak, tulisannya wkwk* Shin Min Ah.

Jujur ya, waktu liat wajahnya Jo Jung Suk, itu langsung mengingatkan aku sama drama Korea teranyar yang ratingnya bersaing, apalagi kalau bukan "Jealousy Incarnate" (oppa Jo Jung Suk main jadi pemeran laki-laki utama di drama ini dan karakter pacaran ala oppa ini kuat banget). Jujur, aku kurang suka ngikutin Jealousy Incarnate (untuk seterusnya, kita singkat JI aja ya hihi), soalnya JI itu pas ku tonton di episode pertama, ku gak terlalu terkesan (maafkan ya, siapa tau jiwa drama Koreaku levelnya memang belum setinggi temen-temen pecinta drama sekalian haha), kedua, JI itu ternyata ada potongan-potongan scene yang agak vulgar gitu. Aku pernah lihat cuplikannya. Dan aku kurang nyaman hehe...
Nah, berdasarkan drama JI inilah aku sempat was-was soal Jo Jung Suk. Aku was-was soal apa yang dilakukan Jo Jung Suk di dalam film ini apalagi lawannya Shin Min Ah (yang bikin laki-laki dan perempuan pada kesengsem. Cantik banget bo).

Shin Min Ah sendiri merupakan salah satu aktris Korea cantik yang wajahnya gak bisa kulupakan begitu saja (setelah Song Hye Gyo dan Jun Ji Hyun). Aku lumayan suka dengan Shin Min Ah. Waktu muda dulu *tsah* aku pernah nonton filmnya Shin Min Ah dan gak tahu judulnya apa, dan sejak itu aku sulit melupakan wajahnya. Begitu aku nonton "My Girlfriend is Gumiho" aku langsung tahu bahwa Korean goddes satu ini namanya Shin Min Ah hihi.

Oke, balik ke filmnya, film My Love, My Bride ini berkisah tentang sepasang kekasih Young-Min (yang diperankan oleh oppa Jo Jung Suk) dan Mi-Young (yang diperankan oleh oennie Shin Min Ah) yang sudah berpacaran selama 4 tahun. Pertemuan pertama Young Min dan Mi Young adalah kesalahan yang tak disengaja. Mi Young yang saat itu sedang melakukan kencan buta, ternyata salah orang. Dia menghampiri Young Min karena mengira Young Min adalah teman kencan butanya. Young Min yang saat itu terkesima dengan kecantikan  Mi Young kemudian meneruskan berpura-pura sebagai orang yang dikencani Mi Young. Itu makanya mereka lari dari cafe tersebut, itu terjadi karena Young Min menyadari bahwa teman kencan Mi Young yang asli kembali muncul di dalam ruangan tersebut dan Young Min sendiri mencoba menghindari sahabatnya yang mengetahui keberadaan Young Min. Terlepas dari kesalahan di awal tadi, selanjutnya mereka berpacaran dan Young Min memutuskan menikahi Mi Young ketika Young Min berusia 30 tahun. Pasangan yang kerap bertengkar saat masih pacaran ini, memutuskan mengarungi bahtera pernikahan dan berjanji untuk berbahagia. Setelah menikah, masa-masa bulan madu adalah masa-masa yang memang manis seperti madu. Tapi, masalah kemudian muncul setelah masa-masa bulan madu berakhir. Apa saja permasalahannya?

1. Rumah Baru
Saat pindah rumah baru, sudah menjadi kebiasaan orang Korea untuk mengundang teman-temannya datang, berkunjung untuk makan-makan. Sama kayak kita kali ya, syukuran rumah baru gitu. Masalahnya Young Min mengajak teman-temannya untuk datang ke rumahnya secara dadakan. Membuat sang istri akhirnya sedikit jengkel. Benar saja, belum lepas rasa jengkel, teman-teman Young Min membuat rumah menjadi rusuh mulai dari berisik, memain-mainkan foto pernikahan mereka, sampai memaksa dan memanas-manasi Mi Young untuk menyanyi. Parahnya, suara Mi Young yang tak tertolong menjadi bahan tertawaan teman-teman Young Min. Alhasil, saat acara berakhir, Young Min mendapat hadiah lemparan kotak tisu dari istrinya wkwkwkwk.

2. Omelan
Young Min yang pada prinsipnya namja banget (sorry ya... gak semua laki-laki sih kayak gini hehe), suka ceroboh gitu. Contohnya kayak jorok saat pipis di toilet, suka berantakan, dan masih suka pakai kemeja usang. Hal ini kemudian membuat si istri, Mi Young akhirnya mengomel dan lagi-lagi mereka berakhir dengan pertengkaran haha.

3. Kerasukan Setan Cabul
Diceritakan bahwa ada masa ketika Young Min kerasukan setan cabul. Pikirannya benar-benar jorok dan teracuni ckck. Sampai akhirnya hampir membuat dia keluar dari batas yang seharusnya tidak boleh dia lewati. Young Min hampir saja .... (upppsss)

4. Cinta Pertama
Nampaknya, masalah cinta pertama juga termasuk salah satu masalah yang menghiasi rumah tangga Young Min dan Mi Young. Mi Young yang secara tak sengaja mendapatkan kembali akses untuk bertemu dengan cinta pertamanya, kemudian mencoba peruntungan dengan menonton konser musikal yang diselenggarakan oleh sang cinta pertama. Dan meskipun Mi Young berhasil menguasai diri, pertengkaran ujung-ujungnya kembali pecah di antara mereka.

Dan masih ada permasalahan-permasalahan kecil lainnya yang kemudian menyulut permasalahan besar hingga kemudian Mi Young memikirkan tentang perceraian di antara mereka. Apakah permasalahan yang memicu Mi Young untuk meminta cerai? Apakah mereka benar-benar berakhir dengan perceraian? Bagaimana kisah kasih mereka selanjutnya? Ditonton aja ya... Kalau diceritain semua gak seru lah... hahahaha

Film yang cukup menyita tangis dan tawa ini memang seru. Patut dimasukkan dalam film yang harus ditonton. Bergenre Comedy-Romance, film ini memiliki sisi romantis sekaligus kocak sehingga bikin aku ketawa terpingkal-pingkal sekaligus nangis tersedu-sedu. Tapi anehnya, aku memang lebih cenderung terkesan dengan adegan-adegan sedihnya. Aku akan kutip dialog dari adegan yang membuat tangisku pecah:



Young Min : Tapi, jika kau membanting pintu seperti itu, bagaimana perasaanku?



Mi Young : Bagaimana dengan perasaanku? Kau pernah memikirkannya? Aku sangat berusaha untuk tetap tersenyum saat pulang. Kenapa dengan kita belakangan ini? Aku tidak tahan lagi, Young Min-Ssi. Kenapa kau bersikap seperti ini?



Young Min: Aku? Kau yang kenapa?



Mi Young : Kau hanya butuh aku saat makan dan saat berhubungan seks. Kau butuh aku saat kau tak bisa menemukan Kimchi! Apa aku salah?


(My Love, My Bride, 2014)

setelah dialog itu, di film ini tangis Mi Young pecah. Pecahnya tangisan Mi Young menulariku. Entah kenapa sedih rasanya melihat seorang istri mengatakan hal itu kepada suaminya. Rasanya ikut hancur juga hatiku. Karena sejatinya, setiap perempuan punya pemikiran dan perasaan yang sama. Kami juga butuh diberikan perhatian dan itu gak melulu berhubungan dengan lust.


Aku juga lagi-lagi dibuat menangis, saat ada adegan Young Min memukuli kepalanya sambil memangis karena menyesal karena telah lalai mengetahui bahwa istrinya sakit hingga harus masuk ke rumah sakit. Di situ aku juga tersadar bahwa setiap suami sebenarnya mencintai istri mereka. Tapi kadang ada yang caranya kurang mengena, ada yang tidak diungkapkan, dan ada yang tidak benar-benar ditunjukkan karena berpikir bukan itu hal yang paling penting.

Di film ini juga aku mengerti bahwa, laki-laki dan perempuan punya pemikiran yang berbeda soal seks dalam rumah tangga. Laki-laki mungkin memandang lust sebagai sesuatu perasaan yang diwujudkan dalam kegiatan rutinitas 'itu' sedangkan perempuan lebih menuntut bahwa laki-laki mikirnya jangan 'itu' melulu (sengaja cuma dibilang 'itu', biar gak terlalu vulgar bahasanya, you know what I mean lah ya), perempuan berharap bahwa laki-laki harus classy, kelas, gak otak ngeres mulu, perempuan berharap perhatian, teman cerita, teman curhat juga, pengertian, dan itu gak melulu soal lust.

Selanjutnya, terkait soal kelebihan dan kekurangan, film ini punya beberapa sisi kelebihan dan juga kekurangan. Kelebihannya yang paling menonjol menurutku adalah bagaimana mereka menggambarkan kehidupan rumah tangga beserta permasalahannya dengan begitu nyata. Rata-rata masalah rumah tangga yang ada di dalam film ini pernah dialami oleh orang-orang di dunia nyata. Meskipun aku sendiri belum berumah tangga, tapi aku yakin 99% permasalahan dalam film ini sama dengan permasalahan yang dialami di dunia nyata.

Kekurangannya menurutku adalah aku kurang nyaman ketika film ini, membagi setiap permasalahan demi permasalahan dalam scene-scene kasus per kasus yang ditandai dengan selembar foto dan sub judul di dalam film. Contohnya, ada sub judul "Rumah Baru", "Omelan", "Kerasukan Setan Cabul", "Cinta Pertama", dan "Aku Mencintaimu Mi Young". Jadi kesannya kayak ada kolase di dalam film yang utuh ini hehe.

Berikutnya, ada catatan untuk temen-temen yang akan nonton film ini. Perlu diperhatikan, beberapa dialog-dialog ada yang bisa dikatakan separuh vulgar, sehingga membuat film ini benar-benar seharusnya ditonton oleh kalangan terbatas, maksudku anak remaja dan anak-anak kecil sebaiknya gak nonton ini film. Kenapa? Karena ada kata-kata yang kurang bagus di dengar anak-anak kayak kata-kata 'hubungan seks', 'ukuran payudara', 'viagra' dan lainnya. Juga beberapa adegan kocak konyol tapi sebenarnya juga tidak bagus dikonsumsi oleh anak-anak remaja dan anak kecil, contohnya kayak adegan Jo Jung Suk buka celana (ada berapa kali gitu dalam film ini, aku gak ngitung). Meskipun yang dibuka cuma celananya doang, tapi kan ga bagus gitu anak-anak nonton Jo Jung Suk koloran doang wkwkwkwwk (ini dia rasa was-was ku yang diawal akhirnya terbukti gkgkgkgk, Jo Jung Suk memang aktor yang sangat pro yang bisa melakukan akting apa saja tanpa malu demi hasil yang menurut dia bakal memuaskan).

Terakhir, aku mau bilang, setelah aku nonton film ini, aku jadi merenung banyak. Bahwa pernikahan itu gak semanis yang kita kira. Pastilah ada bumbu-bumbu pertengkarannya mulai yang kecil sampai yang hebat. Belajarlah tentang kehidupan pernikahan dari film ini. Orang yang belum kepikiran untuk menikah, orang yang belum menikah, orang yang akan menikah, orang yang sudah menikah dan orang yang ingin mengakhiri pernikahannya, sebaiknya nonton film ini. Film ini layak untuk kita tonton dan kita renungkan nilai moral dan pelajarannya.

Aku pribadi merekomendasikan film ini. Sangat jarang aku memuji sebuah film padahal aku sudah menemukan daftar kevulgaran film ini. Bukan kebiasaanku memasukkan film dengan 'ranjau' setengah mateng kayak film ini, kecuali kalau filmnya beneran bagus.

Kini, biarkan aku mengutip, kutipan dialog yang kusukai dari film ini, kutipan dari dua pemeran utamanya:

"Sendiri bukan berarti kau kesepian. Lebih menakutkan merasa kesepian saat kau bersama seseorang"


-Mi Young-



"Apa seseorang tahu arti cinta ketika membicarakannya? Butuh berapa banyak cinta untuk mendefinisikan arti cinta? Kami sering bertengkar setelah musim dingin lalu, juga terus mengatakan 'Aku mencintaimu'.

Aku masih belum mengerti arti cinta, tapi aku ingin mengucapkannya setiap hari."


-Young Min-

Komentar

  1. Review yg menarik, sangat setuju dengan beberapa komentar penulis, apalagi bagian persepsi perempuan soal lust

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru Baru, Guru Muda

Tiga Hari Tiga Malam Mencari I Don't Love You-nya Urban Zakapa