Sakitnya sih Nda Seberapa
Pagi menjelang siang, aku butuh kertas untuk UTS. Sudah jadi kebiasaanku, menyiapkan kertas jawaban sendiri. Kecuali kalau ada hal-hal tertentu, barulah aku menyuruh anak-anak merobek kertas untuk lembar jawaban mereka sendiri.
Kemudian aku melihat di depan kantor, dua kelompok anak sedang baris berbaris rapi. Tapi tampaknya dua kelompok barisan ini ada aura-aura nda enak. Entah, kok feelingku bilang mereka kayak lagi melakukan salah atau apalah yang merupakan sesuatu yang nda enak.
Maka aku berlalulah di sisi belakang anak-anak yang baris. Entah apa yang terjadi dengan kakiku, aku kehilangan keseimbangan dan langsung jatuh mendarat sukses di tanah. Superrrr... dan berakhir dengan posisi persis kayak orang ancang-ancang mau lomba lari marathon. Kaki di tekuk, kedua telapak tangan menapak tanah, dengan wajah tertunduk.
Sesaat semua kaget. Aku sendiripun kaget. Lalu ku pejamkan mata kuat-kuat sambil memaki dalam hati "Duh". Sesaat ku buka mata, berdiri sok-sok nda terjadi apa-apa tapi aku masih berdiri tegak terdiam di tempat.
Semua mata menoleh padaku, dua murid di depanku bergerak maju, "Ibu, gakpapa?"
Dilihatnya aku diam mematung kayak orang baru kesurupan.
*aku bukan kesurupan. Aku menenangkan diri
"Iya. Gak papa"
sesaat kemudian dengan suara lirih aku berujar ke muridku,
"kamu tau?"
si murid mendengarkan dengan takzim
"Sakitnya sih nda seberapa, tapi malunya itu..."
lalu akupun berlalu. Maluuuu.
Komentar
Posting Komentar