Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Mahmud Ali!

Pernah gak punya murid yang gokil abis? Kalau aku sudah pernah merasakannya. Ya. Itu memang benar adanya. Nah, ini ada beberapa cerita yang mungkin bagi sebagian orang garing, tapi bagiku, ini lucu. Cerita ini seharusnya gak berjalan begini. Seharusnya cerita ini berjalan sempurna. Karena semua situasi dalam cerita ini adalah situasi formal yang membutuhkan keseriusan. Ini nih ceritanya.. Nama lainnya Ibuprofen adalah Bapakprofen... Suatu hari, kakakku yang bekerja di puskesmas Gunung Tabur mengadukan tingkah salah satu siswa kelas XI kami yang kebetulan melakukan praker (praktik kerja) di puskesmas yang sama dengannya. "Jadi, Ki" "Hmm.." "Tadi Si Nana (bukan nama sebenarnya) dimarahin sama pembimbing lapangannya, dimarahin mbak Vi" Mbak Vi ini adalah apoteker di puskesmas tersebut. "Emangnya kenapa, Ni?" tanyaku mulai penasaran, soalnya kakakku mulai gak bisa mengontrol tawanya. "Iyya... masak, dia di pre-test mbak V...

Bukan Farewell Party...

Aku melangkah pelan di jalan setapak menanjak. Melihat ke sekeliling. Dari kejauhan bangunan-bangunan di atas terlihat asri dan berwarna-warni. Pendopo-pendopo beraneka warna tersebar di beberapa tempat. Semakin mendekat, sayup-sayup ku dengar suara riuh penuh kegembiraan. Layaknya sebuah pesta. Aku naik dan sampai. Banyak jejeran kursi di bawah kanopi besi. Kanopi besi beratapkan bunga Alamanda dan sulur-sulurnya yang saling menjalar satu sama lain. Alamanda berbunga. Warnanya kuning cerah dan begitu segar. Semuanya diisi warga sekolah kami. Ya, hari ini ada pelepasan siswa-siswi kelas duabelas. Tidak ada tamu undangan eksternal. Hanya Kepala sekolah, guru, staff tata usaha, siswa kelas sepuluh dan sebelas. Dan ini lebih mirip garden party. Aku tersenyum ketika mereka menyapaku. Aku duduk. Menerima segelas es buah susu dingin. Lalu sekotak kue manis dan sekotak makan siang menyusul menemaniku. Aku duduk di belakang. Nampak menyendiri. Tapi hal itu yang paling kusukai. Aku terlam...

Edisi Suka Duka bareng Crut: Crut dan Pangeran FPIK

Bersyukurlah kamu, jika kamu ditolong Allah SWT melalui perantara seorang manusia yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung, hehe. Tapi bersabarlah kamu jika kamu diberi rizki sebuah motor durhaka tiada tara wkwk. Di hidupku, salah satu sesi kehidupan yang cukup keras adalah ketika aku kuliah. Memang aku kuliahnya gak jauh sih, masih di satu provinsi yang sama dengan kampung halamanku. Tapi di sana aku berupaya untuk hidup mandiri. Apalagi semenjak kakakku yang saat itu tinggal satu kota denganku, memutuskan untuk pulang kampung ke kampung halaman kami, Berau dan kakak sepupuku juga udah lulus dan pulang juga ke Berau. Tapi baiknya kakak sepupuku yang udah lulus ini beserta paman dan bibiku adalah, mereka meminjami aku sebuah tunggangan kuliah berupa sebuah motor separuh baya angkatan tahun 2000 bermerk Honda Supra. Motor ini udah sedikit dipereskan. Konon katanya, ini supaya memudahkan kakak sepupuku untuk menaikinya. Karena kakak sepupuku ini cantik dan berpostur imut...

Kalau Kencan sama Mbaknya, Saya Harus Bayar Berapa, ya..?

Sugar, Selama hidup merantau dan jauh dari orang tua, ada aja hal yang aneh-aneh yang terjadi meskipun kita sebenarnya gak melakukan hal yang aneh-aneh. Sama kayak pengalamanku yang ini. Sebenarnya bikin geli, marah, jengkel, dan lain-lain. Tapi kurasa gak papa dituliskan. Biar jadi bahan pembelajaran aja. Bahwa gak selamanya hal-hal aneh cuma menimpa orang yang aneh, bahwa gak selamanya juga pajang no ponsel sembarangan itu bagus. Pun pasang no ponsel di Facebook. Yap, aku pikir, pajang no ponsel juga memiliki kemungkinan untuk mendatangkan hal yang aneh-aneh kayak gini. Dan berhubungan dengan no ponsel, saking noraknya aku dulu, di keterangan Facebookku, aku mengisi hampir semua kolom identitas yang disediakan Facebook. Naifnya, aku mengisinya dengan keterangan yang sejujur-jujurnya. Mulai dari pendidikan, alamat tempat tinggal kostku, alamat tempat tinggalku di Berau, termasuk no ponsel. Dan aku menerima semua permintaan pertemanan tanpa filter. Ckck, benar-benar gak bijaksana. ...

Suatu Siang di Kelas Ujung

Sugar, konon katanya (nyatanya sih sebenarnya), kelas dijam siang yang kumasuki hari itu adalah kelas yang diisi murid-murid berkemampuan kognitif teruncit. Selain itu, sebagian besarnya juga merupakan anak-anak yang suka gagal fokus dan doyan tidur, kalau pun mereka gak tidur, ada saja ulah yang mereka lakukan yang ujung-ujungnya konon (nyatanya) mampu menggaduhkan kelas. Dan karena track record inilah, kelas ini harus diterapkan strategi mengajar dan mengganjar yang khusus.  Omong-omong soal strategi mengganjar, aku sempat terkagum-kagum dengan cerita acilku (Tanteku). Suatu hari acilku cerita bahwa pamanku (fyi pamanku adalah salah satu guru dan wakil kepala sekolah di suatu SMP Negeri) adalah guru yang paling diandalkan dalam hal menangani anak-anak yang katanya nakal. Keahlian pamanku ini menurutku sangat keren. Dikesehariannya beliau adalah orang yang lucu dan humoris. Bagaimana bisa di kelas dia menjadi salah satu guru yang disegani sekaligus disukai anak-anak? Acilk...

Ada apa dengan 'Cinta'?

Namanya Cinta. Gadis hitam manis yang sangat periang. Kelewat periang bahkan. Karena 1 kata sudah cukup untuk mendeskripsikan gadis ini: Heboh. Saking hebohnya, tak jarang teman-teman sekelasnya merasa sangat terganggu. Dia kadang jadi bulan-bulanan sumpah serapah ala anak SMA oleh teman-temannya.  Aku sendiri, sebagai wali kelasnya, mengenal Cinta hampir satu tahun terakhir ini. Cinta anak yang menyenangkan. Sehingga rasa cinta dari teman-teman sekelasnya lambat laun tumbuh menjadi cinta persahabatan. Sampai suatu hari, disaat mereka satu geng pergi makan bareng, Cinta bilang dia mau pindah sekolah aja. Entah ada masalah apa, entah karena apa. Yang jelas nampaknya Cinta mulai gak betah untuk bersekolah di sekolah kami.  "Aku mau pindah sekolah bah. Aku mau pindah ke Samarinda" ujarnya. Di hari yang sama, apes ternyata juga menimpa mereka. Mereka yang pergi diam-diam dari sekolah (hari itu jam pelajaranku,  aku nda masuk karena kurang enak badan), mengalami ...

TerMALINGkan

Kita gak pernah tau, akan ada kesialan apa yang bakal menimpa kita di masa depan. Yang harus kita tau, kita sabar dan ikhlas aja menerimanya. Karena hidup ini kan kayak katanya iklan kentang "Life is never flat". Kayak kisahku ini waktu belanja siang-siang di sebuah swalayan ternama di kota kami #tsah. Hari ini tuh aku nemani mama belanja ke swalayan tersebut. Selesai belanja susu dan makanan ringan, mama meminta aku untuk pergi ke counter kosmetik #counter favorit wanita :D Kutanya "Mak, mamak mau beli apa sih?" "Lipstik" jawabnya singkat. Ya namanya mau beli lipstik ya nongkrong lah kami dengan sabar ibarat sesabar-sabarnya orang yang lagi puasa Ramadhan. Karena jamnya sholat dzuhur, anak buah yang biasanya banyak jadi sedikit. Namanya aku pengikut setianya mama ya aku harus berdiri di dekat mama sambil jinjing keranjang belanjaan nongkrongin counter yang gada penjaganya itu. Dengan pikiranku yang masih terframe bahwa mama memang mau beli lipsti...

Guru Les vs Guru di Sekolah

Kali ini aku mau membahas tentang guru. Guru itu emang manusia yang super kalau menurutku. Mereka bisa jadi pendidik, orang tua, saudara, bahkan sahabat. Kadang-kadang jadi musuh sih hehe tepatnya, muridnya tuh yang duluan mengibarkan bendera perang #egh. yang jelas, guru itu harus pinter. Meskipun gak harus selalu pamerin kepinterannya. Nah, aku ini sebenarnya adalah seorang guru. tapi belum pinter-pinter amat #serius. Jadi guru gak gampang loh. Setidaknya harus ada 2 skill yang dimiliki: ilmu terkait disiplin ilmunya sendiri (misal: matematika, bahasa Inggris, Kimia, Fisika) dan ilmu mengelola proses pembelajaran (kayak: memanajemen kelas, kemampuan mengajar, keahlian menyampaikan). Makanya seperti yang ku bilang guru itu harus pinter. Gak boleh ngasal dan harus juga berjiwa pembelajar. Terus, apa dong hubungannya sama judul di atas? haha oke, kayaknya paragraf pembukaku agak melipir kemana-mana deh. Maklum aja ya. Aku akan ceritakan satu ceritaku, dimana kondisi ini bisa...

Salam dari Kalimantan

Assalamualaikum..  Aku benar-benar pengguna baru di dunia blog. Salam Kenal. Blog ini, tujuannya cuma buat menulis aja. Karena, hobiku memang suka menulis diari semenjak SMP.  Pas aku kuliah, seorang sahabatku menjadi penggemar tulisan dan surat-suratku *padahal cuma curhatan biasa* dan dia selalu mendorong aku untuk mengiriminya tulisan.  Sekarang kami sudah di kampung masing-masing. Dia di Bontang (Kalimantan Timur) dan aku di Berau (masih Kalimantan Timur juga). Salah satu tujuan blog ini juga untuk memudahkan dia membaca apa yang aku tulisakan. Blog ini belum ada apa-apanya. Semoga besok-besok aku bisa lebih baik daripada saat ini. Wassalam, Riz