TerMALINGkan
Kita gak pernah tau, akan ada kesialan apa yang bakal menimpa kita di masa depan. Yang harus kita tau, kita sabar dan ikhlas aja menerimanya. Karena hidup ini kan kayak katanya iklan kentang "Life is never flat".
Kayak kisahku ini waktu belanja siang-siang di sebuah swalayan ternama di kota kami #tsah.
Hari ini tuh aku nemani mama belanja ke swalayan tersebut. Selesai belanja susu dan makanan ringan, mama meminta aku untuk pergi ke counter kosmetik #counter favorit wanita :D
Kutanya
"Mak, mamak mau beli apa sih?"
"Lipstik" jawabnya singkat.
Ya namanya mau beli lipstik ya nongkrong lah kami dengan sabar ibarat sesabar-sabarnya orang yang lagi puasa Ramadhan. Karena jamnya sholat dzuhur, anak buah yang biasanya banyak jadi sedikit. Namanya aku pengikut setianya mama ya aku harus berdiri di dekat mama sambil jinjing keranjang belanjaan nongkrongin counter yang gada penjaganya itu.
Dengan pikiranku yang masih terframe bahwa mama memang mau beli lipstik. Tiba-tiba, muncul seorang laki-laki #kayaknya pak Bos, menyambangi aku sambil tanya,
"Ada apa mbak? Mau beli atau ngantri?"
Disinilah biasanya 'Petaka belanja bersama mama' terjadi. Entah aku yang lambat mikir, atau mama yang terlalu banyak ide, aku gak paham, aku jawablah
"Mau beli lipstik pak!"
sementara mamaku dengan santai memperlihatkan gesture 'Kami sedang ngantri kok'.
Aku menaikkan alis, melihat kelakuan mama,
hatiku berteriak "Mama pengkhianat...." T.T
Ini kan jadi semacam paradoks. Bertolak belakang.
Dengan santai mama naikkan keranjang dan mulai ngantri bayar
#kyaaaa.... otomatis kan aku jadi kayak orang yang terkesan tipu-tipu.
dengan tatapan nda mengerti ku tanya mama
"Loh, tadi katanya beli lipstik?"
mamaku nda menghiraukan malah minta pensil alis.
Ternyata mama mau beli pensil alis.
Sembari menunggu mama bayar, si Bapak bilang ke si kasir
"Ini (kosmetika, kebanyakan pemulas bibir) kok di taro di atas?"
si anak buah bilang,
"Itu udah (sebagian lainnya) kami turunin pak. Soalnya kemarin ada yang hilang satu"
Aku kayak disambar petir
Anak SMP yang ngantri di belakang kami pada cekikikan.
Keluar swalayan aku bilang ke mama sambil setengah misuh-misuh
"Katanya tadi mau beli lipstik.."
kan kalau tau tadi mau beli pensil alis, ngapain kita kayak orang cengok berdiri di counter dekat lipstik.
"Pensil alis.. bukan lipstik. Kupingmu tuh..." sahut mama kalem.
Sumpah, rasanya mau nangis Mumbay. Syukurlah itu mama, wanita yang udah ngelahirin dan ngerawat aku. Selain itu, mama juga berpotensi besar mengutuk aku jadi batu. Kalau itu orang lain, udah aku ajak bunuh diri bareng. Malunya itu loohh... plus rasa "TerMALINGkan" yang gak enak banget di hati...
Kayak kisahku ini waktu belanja siang-siang di sebuah swalayan ternama di kota kami #tsah.
Hari ini tuh aku nemani mama belanja ke swalayan tersebut. Selesai belanja susu dan makanan ringan, mama meminta aku untuk pergi ke counter kosmetik #counter favorit wanita :D
Kutanya
"Mak, mamak mau beli apa sih?"
"Lipstik" jawabnya singkat.
Ya namanya mau beli lipstik ya nongkrong lah kami dengan sabar ibarat sesabar-sabarnya orang yang lagi puasa Ramadhan. Karena jamnya sholat dzuhur, anak buah yang biasanya banyak jadi sedikit. Namanya aku pengikut setianya mama ya aku harus berdiri di dekat mama sambil jinjing keranjang belanjaan nongkrongin counter yang gada penjaganya itu.
Dengan pikiranku yang masih terframe bahwa mama memang mau beli lipstik. Tiba-tiba, muncul seorang laki-laki #kayaknya pak Bos, menyambangi aku sambil tanya,
"Ada apa mbak? Mau beli atau ngantri?"
Disinilah biasanya 'Petaka belanja bersama mama' terjadi. Entah aku yang lambat mikir, atau mama yang terlalu banyak ide, aku gak paham, aku jawablah
"Mau beli lipstik pak!"
sementara mamaku dengan santai memperlihatkan gesture 'Kami sedang ngantri kok'.
Aku menaikkan alis, melihat kelakuan mama,
hatiku berteriak "Mama pengkhianat...." T.T
Ini kan jadi semacam paradoks. Bertolak belakang.
Dengan santai mama naikkan keranjang dan mulai ngantri bayar
#kyaaaa.... otomatis kan aku jadi kayak orang yang terkesan tipu-tipu.
dengan tatapan nda mengerti ku tanya mama
"Loh, tadi katanya beli lipstik?"
mamaku nda menghiraukan malah minta pensil alis.
Ternyata mama mau beli pensil alis.
Sembari menunggu mama bayar, si Bapak bilang ke si kasir
"Ini (kosmetika, kebanyakan pemulas bibir) kok di taro di atas?"
si anak buah bilang,
"Itu udah (sebagian lainnya) kami turunin pak. Soalnya kemarin ada yang hilang satu"
Aku kayak disambar petir
Anak SMP yang ngantri di belakang kami pada cekikikan.
Keluar swalayan aku bilang ke mama sambil setengah misuh-misuh
"Katanya tadi mau beli lipstik.."
kan kalau tau tadi mau beli pensil alis, ngapain kita kayak orang cengok berdiri di counter dekat lipstik.
"Pensil alis.. bukan lipstik. Kupingmu tuh..." sahut mama kalem.
Sumpah, rasanya mau nangis Mumbay. Syukurlah itu mama, wanita yang udah ngelahirin dan ngerawat aku. Selain itu, mama juga berpotensi besar mengutuk aku jadi batu. Kalau itu orang lain, udah aku ajak bunuh diri bareng. Malunya itu loohh... plus rasa "TerMALINGkan" yang gak enak banget di hati...
Komentar
Posting Komentar