Jajak Pendapat Kelas Z

Hujan turun rintik-rintik, angin dingin berhembus, udara lembab. Satu dua murid berjaket warna gelap, pelan-pelan berjalan, berhambur di lapangan dan koridor-koridor sekolah. Hari ini Senin. Meskipun lembab dan dingin, kami tetap belum tau apakah upacara bendera ditunda atau tetap dilaksanakan. Aku nongkrong di kantor guru. Sesekali sambil melamun. Sesekali mengutak-atik netbook.
"Bu," panggil guru yang duduk di depanku sambil menoleh ke belakang. "Bagaimana pendapat ibu pas ibu ngajar di kelas Z" sebut si ibu guru mengawali sharingnya. Ya, kami memang sering sharing tentang anak-anak yang kami ajar apalagi jika kami mengajar di kelas yang sama.

Maka mulailah beliau mengutarakan perasaan dan apa yang beliau alami di kelas Z. Aku bisa merasakan rasa cemas yang sedikit tersirat di dalam cerita dan nada suara beliau. Ternyata apa yang beliau sampaikan, sama dengan apa yang aku alami. Bahkan sebelum aku tahu tentang hal ini, sempat aku berpikir bahwa, apakah anak-anak mulai bosan denganku atau dengan cara mengajarku, ataukah bahasa Inggris mulai terasa sulit, atau mereka mulai pelan-pelan kehilangan motivasi belajar? Tapi ternyata hampir seluruh mata pelajaran anak-anak bertingkah sama. Ini benar-benar berbahaya. Kenapa berbahaya? Karena mereka sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir. Ujian nasional. Sangat disayangkan kalau mereka 'kalah perang' justru di saat-saat penentuan.
Akhirnya aku terus berpikir dan berpikir. Satu-satunya harapan yang bisa kuandalkan adalah kekuatan motivasi dan kekuatanku pribadi sebagai guru salah satu mata pelajaran mereka.

Ketika kemudian aku masuk di jam mengajarku, 1 jam pertama, tak seperti biasanya, aku pun memakai 1 jam pertama untuk mengerjakan soal yang tidak biasa. Soal-soal isian tentang kami. Ya, kami.
Aku percaya ada yang harus dievaluasi. Aku percaya bahwa ada faktor yang harus diperbaiki. Maka akupun menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan pembelajaran mereka sehari-hari seperti apa saja materi yang mereka anggap paling sulit, apa kelemahan mereka dalam belajar, apa kelebihan mereka yang paling mereka sadari dalam belajar, cara belajar yang paling mereka sukai dan paling membuat mereka paham, siapa atau hal apa yang paling memotivasi mereka untuk terus belajar dan termasuk apa yang paling mereka benci atau tidak sukai dari aku, sebagai guru mereka.

Sebenarnya hal terakhir yaitu apa yang paling mereka benci atau tidak sukai dari aku sebagai guru mereka, adalah pertanyaan yang paling aku takutkan. Karena jawaban-jawaban dari pertanyaan ini justru bisa mempengaruhi mood dan bahkan semangatku. Karena aku sebenarnya bukan orang yang bijak. Aku bukan orang yang dengan gampang bisa membaca dan menerima kritik orang lain. Aku mudah terluka dan aku masih sangat belajar soal menerima kritik orang lain dengan legowo. Tapi berhubung ini demi kebaikan muridku yang aku anggap sudah berstatus siaga, jadi ku beranikan diri mengajukan pertanyaan ini. Aku sudah siap dengan jawaban yang paling menyakitkan sekalipun.

Pertanyaan mulai didiktekan, kertas mulai ditulisi, dan aku menunggu dengan sabar. Untuk menjamin keobjektifan mereka, aku melarang mereka untuk menulis nama, aku juga berjanji hanya akan membaca kertas evaluasi itu di rumah. Setelah aku pulang dari sekolah.

Akhirnya, aku cuma mau bilang bahwa, semoga dengan aku mendapatkan hasil jajak pendapat ini, aku bisa mengevaluasi dan memperbaiki kelas dengan pertimbangan dari beberapa sisi. Semoga mereka kembali bisa bersemangat dan semoga kami berhasil menaklukkan tantangan dan hambatan ini untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi. Aamiin ya Allah.

Hasil yang kudapatkan:

Yang paling susah...
-Mengartikan/ menerjemahkan
-Mengungkapkan
-Cara penulisan
-Kosa kata
-Menyusun kalimat dan pola kalimat

Jenis soal yang paling tidak disuka...
-Isian/ essay
-Menyusun kalimat menjadi susunan yang tepat

Kelemahan (siswa)...
-Nda mengerti artinya
-Menerjemahkan
uniknya ada yang menjawab begini:
-Pesismis dengan jawaban bila pilihan jawabannya mirip-mirip
-Malas mencari (arti kosa kata)

Kelebihan (siswa)...
-Memahami text bila pendek
-Menjawab pilihan ganda dengan kosa kata dasar
-Tekun jika disuruh mencari kosa kata di dalam kamus

Sumber belajar lain selain dari kelas...
-Kakak yang jurusannya sesuai dengan mata pelajaran
-Teman (bahkan ada yang sebut nama temannya)
-Lagu, film dan sosial media

Cara belajar yang paling disukai...
-Menjelaskan lalu membahas soal
-Mencari kosa kata
-Mencatat

Yang paling memotivasi dalam belajar...
-Orang tua/ Ibu dan Ayah/ keluarga
-Guru (mulai dari guru mereka pas SMP hingga termotivasi jika guru yang ngajar cantik :D )
-Keinginan untuk bisa, dari dalam diri sendiri

Dan terakhir, bukan pertanyaan yang terakhir sih sebenarnya kalau dalam urutan soal yang ku berikan ke murid-murid. Namun, berhubung ini pertanyaan yang paling seram menurutku, jadi kuputuskan untuk menuliskan paling terakhir di blog ini. Dan jawabannya ternyata macam-macam dan ada yang konyol juga. Ckckckck.

Yang paling tidak disukai dari guru mata pelajaran... (dalam hal ini yaitu aku sebagai guru mereka)
-Kalau lagi marah (mukanya kusut kayak benang jahit *aku ngakak*, hempas buku kita kan jadi kaget *iya aku pernah ngehempas buku tulisku ke atas meja*)
-Suaranya kecil (Kritik yang sangat bagus)
-Suka ngasih tugas (Apaan ini? haha)
-Datang ke kelas cepat betul (bwahahahaha... mereka maunya aku agak lamaan dikit datangnya, jangan on time-on time banget)
-Mirip mantan (Gubrak!!!)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Love, My Bride (2014): Karena Pernikahan tak selalu Semanis Madu

Guru Baru, Guru Muda

Tiga Hari Tiga Malam Mencari I Don't Love You-nya Urban Zakapa